Kebijakan Pembangunan di Bidang Sumber Daya Manusia di Indonesia berdasarkan Pendidikan Karakter Berbasiskan Pancasila
Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) mulai tahun 2019 dan selanjutnya menjadi pengarusutamaan strategi pembangunan bangsa Indonesia ke depan, pilihan strategi tersebut diupayakan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang dibutuhkan dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Urgensi pembangunan sumber daya manusia menjadi faktor kunci dalam memenangkan persaingan global, yang membawa konsekuensi semakin ketatnya persaingan ditengah ketidakpastian, langkah strategis ini sudah selayaknya mendapatkan dukung penuh dari seluruh pemangku kepentingan. Penguatan sumber daya manusia menuju manusia unggul memiliki korelasi yang erat dengan peningkatan produktivitas kerja, dalam memenangkan persaingan ditengah perubahan-perubahan yang berlangsung cepat dalam dunia bisnis, ekonomi politik dan budaya. Sumber: https://www.setneg.go.id/baca/index/pembangunan_sumber_daya_manusia_sdm_menuju_indonesia_unggul.
Dalam pengimplementasiannya pemerintah sudah melakukannya di bidang pendidikan mulai dari tingkat sekolah dasar sampai pada tingkat perguruan tinggi dengan membuat Pancasila menjadi mata pelajaran khusus. Keragaman nilai dalam Pancasila merupakan modal dasar pendidikan karakter. Kita tidak perlu lagi mencari-cari bentuk bahkan model pendidikan karakter karena basis kekuatan karakter bangsa telah kita miliki (Angkasa, 2010).
Harus kita sadari bahwa hakikat manusia itu adalah beraneka ragam, perbedaan itu bersifat mutlak dan tidak bisa dihindari oleh seluruh umat manusia yang ada di muka bumi ini. Harusnya dengan keragaman seperti itulah kita harus bersyukur karena telah dikaruniai keunikan tersendiri dari negara lain. Untuk itulah betapa pentingnya pendidikan karakter Pancasia di dalam dunia pendidikan supaya generasi muda Indonesia mampu menerima segala perbedaan dan keberagaman yang ada. Pendidkan berkarakter Pancasila harus diwariskan kepada seluruh generasi muda melalui pendidikan di sekolah supaya generasi muda mampu menjunjung tinggi sikap toleransi antar umat beragama (Borneo, 2017)
Nilai pada sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa dapat dijadikan sebagai ajaran bagi kita untuk saling menghormati antar pemeluk agama, tidak menghina dan merendahkan kepercayaan agama lain. Salah satu bentuk sederhananya adalah dengan cara membiarkan umat agama lain untuk dapat beribadah dengan nyaman dan tidak menggangu pelaksanaan ibadahnya. Nilai pada sila kedua yaitu Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab dapat kita dijadikan sebagai pengajaran untuk menjadi manusia yang memiliki rasa hormat dan sikap saling menghargai antar sesama meskipun ada perbedaan pendapat tanpa memperhatikan suku, agama, ras, dan golongan. Sehingga kita mampu untuk meredam potensi dari timbulnya konflik-konflik yang mungkin saja dapat terjadi di antara kita karena kita telah terlatih dalam menjaga adab dalam berinteraksi baik secara langsung maupun tidak langsung.
Nilai pada sila ketiga yaitu Persatuan Indonesia menjadi bukti konkret dari Pancasila yang mampu untuk menyatukan perbedaan di Indonesia karena kita memiliki bahasa pemersatu yaitu bahasa Indonesia, Bahasa Indonesia menjadikan kita memiki perasaan satu bangsa dan salah satu wujud dari karakter ini adalah cinta tanah air. Nilai pada sila keempat yaitu Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan, perwujudan dari sila keempat adalah sistem demokrasi yang dianut oleh negara kita dimana dalam pengambilan keputusannya melibatkan musyawarah semua elemen masyarakat. Sehingga kita perlu untuk taat terhadap hasil keputusan yang telah dimusyawarahkan dan displin dalam menjalankan semua konsekuensi yang timbul dari keputusan tersebut, ketaatan terhadap hasil demokrasi ini yang masih perlu kita tingkatkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban sosial di masyarakat.
Nilai pada sila kelima yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia merupakan tujuan dari pendidikan karakter karena kita dituntut untuk menjadi manusia yang memiliki rasa empati yang tinggi yang meminta kita untuk mengubah cara berpikir dan sikap kita dari berjuang untuk diri sendiri menjadi berjuang untuk sesama, dari mencari kesuksesan diri sendiri menjadi mencari kesuksesan bersama. Dengan pendidikan berkarakter Pancasila inilah pemerataan pembangunan di bidang SDM menuju manusia unggul dapat tercipta karena setiap anak bangsa akan memperhatikan sesama anak bangsa lainnya dan harapan SDM Indonesia dalam memenangkan persaingan global dapat diraih yang pada akhirnya akan tercipta kesejahteraan sosial.
Referensi
Sugiarto, Eddy Cahyono. (2019). Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Menuju Indonesia Unggul. Setneg.go.id. Retrieved from https://www.setneg.go.id/baca/index/pembangunan_sumber_daya_manusia_sdm_menuju_indonesia_unggul
Angkasa, IG Kingkin Teja. (2010). Pendidikan Berkarakter Berbasis Pancasila. Kompas.com. Retrieved from https://edukasi.kompas.com/read/2010/12/06/11371340/Pendidikan.Karakter.Berbasis.Pancasila
Borneo, Tina. (2017). Pentingnya Pendidikan Berkarakter Pancasila di Sekolah. Kompasiana.com. Retrieved from https://www.kompasiana.com/www.tinaborneo.blogspot.com/58b921cd169773b910d4b983/pentingnya-pendidikan-berkarakter-pancasila-di-sekolah
Sugiarto, Eddy Cahyono. (2019). Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Menuju Indonesia Unggul. Setneg.go.id. Retrieved from https://www.setneg.go.id/baca/index/pembangunan_sumber_daya_manusia_sdm_menuju_indonesia_unggul
Angkasa, IG Kingkin Teja. (2010). Pendidikan Berkarakter Berbasis Pancasila. Kompas.com. Retrieved from https://edukasi.kompas.com/read/2010/12/06/11371340/Pendidikan.Karakter.Berbasis.Pancasila
Borneo, Tina. (2017). Pentingnya Pendidikan Berkarakter Pancasila di Sekolah. Kompasiana.com. Retrieved from https://www.kompasiana.com/www.tinaborneo.blogspot.com/58b921cd169773b910d4b983/pentingnya-pendidikan-berkarakter-pancasila-di-sekolah
Komentar
Posting Komentar